Wahai istriku yang salehah
engkau tidak hanya cantik diparas
tapi juga cantik dalam hatimu

Semenjak engkau hadir didalam hidupku
aku selalu merasa senang dan bahagian
awalnya aku memang merasakan biasa Tapi berkat kesabaranmu melayaniku
aku jadi jatuh cinta sebenarnya padamu

Ini memang kata-kata yang tulus dari hatiku
Aku memang tidak bisa mengucapkannya
tapi jujur aku menyukaimu

kau wanita yang sangat rajin
kau sangat tahu akan tugasmu sebagai seorang istri
kau selalu menyediakan makanan disaat aku pulang
aku suka itu

Wahai istriku
kau memang wanita penyabar
aku tidak menyangka bisa mendapatkanmu
jadilah pendamping hidupku selamannya
ya….I love You Hastuti..^_^

Bagi sebagian Anda mungkin ketika melihat seekor kucing mati di jalan tidak dipermasalahkan. Namun saya hari itu mendapatkan momen yang sangat unik ketika seekor kucing ditabrak sebuah mobil.
Awalnya dua ekor kucing sedang memadu kasih antar sesamanya, namun tak lama kucing jantan mati di tabrak mobil. Ternyata kucing betina masih tetap setia menunggui kekasinya untuk bangun kembali hingga malam hari. Saya pun bertanya di dalam hati kucing saja masih ada rasa setianya, bagaimana dengan manusianya sendiri?

Berikut beberapa hasil foto saya

kucingmati6

Saat Masih bermain bersama temannya

kucingmati3

Setelah dtabrak mobil , sang kucing menghampiri kucing yang mati karena mengira masih hidup.

kucingmati4

Masih tetap menunggu untuk kucing yang akan bangkit kembali

kucingmati1

Mulai merasa sedih tapi tetap menunggu

_MG_9635

Sampai malam Masih tetap menunggu.

bagi yang ingin foto pernikahannya terlihat bagus dan mantaab saya tengah membuka usaha prewedding nih untuk wilayah kota Pekanbaru dan sekitarnya bagi  yang berminat hubungi 081374014808. Dijamin murah hehehe…..

Udah lama nggak buat tulisan di blog, hari ini pas ada kejadian unik yang gua alami, makanya gua tumpah ruah kan disini aja…hehehe

begini nih ceritanya, tadi siang teman gua yang bernama Haris menikah dengan ceweknya (tentu dong sama cewek, mana mungkin sama cowok, ntar adu pedang lagi, hehehe).

nah…kejadian uniknya pas gua mencari lokasi pestanya.  awal dari rumah gua udah yakin  bahwa alamat di Haris  di jalan R Suprapto.  Pas gua liat di Jalan  R suprapto hanya satu rumah yang ngadain pesta, gua lagsung nyelongsor masuk dan bersalaman dengan para penerima tamu terus makan dengan santainya.

Kejadian pesnya pas gua mau liat si Haris bersanding di pelaminan, begitu menginjakan kaki diruang pelaminan, anjriiit, ternyata yang bersanding bukannya Haris, tapi orang lain yang gak gua kenal.

Karena malu gua langsung nyelongsor berlari keluar. Eh pas gua di halaman tempat makan para tamu,  orang tua penganten tersebut nanya ” kok buru-buru dek, gak salaman dulu sama anak saya”. Langsung aja gua bilang dengan suara keras “Gak pak.. salah  masuk, yang saya cari teman saya  Haris yang menikah hari ini, bukan anak bapak” dengan nyelongsor pergi. Sambil berjalan gua nengok kebelakang sang bapak hanya bisa melongo sambil melihat gua disusul tatapan tamu lainnya dan lambat laun gua denger suara ketawa rame sekali dari pesta itu setelah gua agak jauh dikit dari rumah pesta menyesatkan tersebut.

Setelah mutar-mutar cari jalan,  akhirnya gua nemuin juag tuh rumah si Haris….ampun dah, jangan sampai kejadian tersebut terulang lagi…apeeees dan malu…

Perjalanan bulan ramadhanku  kali ini ke Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Riau membuatku kembali mengenang  masa kecil ku dulu. Apa  Penyebabnya?. Ya…kenangan itu teringat kembali ketika aku melihat beberapa anak-aak memainkan kembang api dan mercon di kota ini.

Bagaimana tidak, kenanganku  bersama kembang api dan mercon  sewaktu kecil tidak akan hilang sampai akhir hayatku.  Dahulu kala (ciee kayak  cerita  dongeng ding..) sewaktu aku masih kecil tesebutlah  sebuah pulau  dimana disana terdapat pulau kembang api, eh ngelantur kemana nih….ngawur aja.

Gak…ini cerita beneran, awalnya  aku suka kembang api ketika  melihat kakak-kakak tetangga aku  memainkan kembang api didepan rumah  aku sendiri sewaktu aku berumur 5 tahun.  Nah..mereka tidak hanya main kembang api dipegang tangan aja, tapi main lempar kembang api ke batang pohon. Kebetulan didepan rumah aku pada zaman tempoe doloe  itu ada batang jambu yang sangat besaaaar dan tinggiii sekali.

Kira-kira tingginya sekitar 500 meter mungkin ada (bayangin aja ndiri, kira-kira seberapa tingginya…).  Nah permainannya siapa yang bisa melempar kembang api dan nyangkut di batang pohon yang paling tinggi, dia yang berhak menang, seru kan…

Dan taruhannya pun besar ding…, yang kalah harus traktir  yang menang selama  seminggu. Enak gak tuh…..Dizaman sekarang mana ada permainan anak-anak seperti itu lagi. Mereka lebih suka main petasan  daripada kembang api, tapi kan bahaya tuh, lagian dapat menganggu orang lagi.

Pernah  kejadian  nih sewaktu aku duduk di SMA, anak-anak tetangga pada suka main petasan. Nah saat itu pada malam minggu  anak-anak pada rame main petasan disekitar rumah aku.  Dar, der, dor bunyi suara petasan. “Eh siapa tuh yan bunyiin suara petasan didepan rumah saya, ntar saya kejar baru tau rasa  kalian,” kata suara laki-laki  dari rumah tetangga aku.

Eh…. anak-anak itu bukannya  berhenti, malah  menambah bunyi suara petasannya. Nggak taunya  sang bapak  yang ada di rumah keluar dan  mengejar anak-anak itu.  Dari sepuluh anak-anak yang main petasan, sang bapak berhasil menangkap tiga orang anak  dan mengikatnya dibawah pohon jambu. Kemudia sang bapak membunyikan sisa petasan mereka  didepan anak-anak itu sendiri.

Kasian ya…, tapi itulah  akibat dari menganggu perbuatan orang lain, hehehe….(*)

Pernahkan  anda merasa  mendapatkan perasaan pusing saat menerima pekerjaan?

yak…bagi aku pertama kali aku mendapatkan pekerjaan saat masuk ke dunia jurnalistik, aduh…..pusingnya minta apuuuun..

Bayangkan saja…aku yang notabene tamatan jurusan Fisika harus terjun ke dunia tulis menulis

Ditambah lagi, saya dulunya tidak hobi terjun didunia politik dan menulis

Fyuhh……sangat sulit sekali bro, rasanya saat pertama  merasakan pekerjaan itu, aku mau berhenti aja.

Kita semua tahu kan  dunia jurnalistik, pekerjaanya  harus terjun kelapangan, bukannya di dalam kantor.

Kebayangkan gak sih….kita harus berpanas-panasan, hujan-hujanan (eh gak ding…kan udah besar, kok masi main hujan-hujanan..hehehe ),

yup.. tapi itulah pekerjaan  seorang jurnalistik, harus siap bekerja dimanapun, mau masuk hutan kek, mau  masuk air kek atau 

lihat mayat yang sudah busuk sekalian, itu sudah resiko pekerjaan dunia jurnalistik.

tapi berkat dorongan kawan-kawan didunia jurnalistik dan orang tua, kini aku mulai sedikit demi sedikit menyenangi dunia jurnalistik ini,

pekerjaan ini tidak  monoton seperti pekerjaan kantoran, kita bisa melakukan pekerjaaan ini kapan saja kita mau dan yang lebih penting

kita bisa menjelajahi negeri orang.  yup…selama aku terjun  didunia jurnalistik ini, aku sudah melihat pelosok-pelosok seluruh Riau, seperti Selat Panjang,

Bengkalis, Pelelewan,Siak,Rengat  dan beberapa pulau kecil yang ada di Riau ini. Selain itu, aku juga sudah mengetahui beberapa  kebudayaan mereka, asyik…kan.

Mudah-mudahan dimasa yang akan datang saya bisa menjelajahi beberapa negeri lain, tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga di negara lainnya..

 

nah….anda berminat terjun didunia Jurnalistik? Silahkan ikuti jejak saya,  hehehehehe….

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.